Welcome
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
Mengenai Saya
- MOHAMMAD ALI GHOFFAR DAHALAH
- mencoba melanjutkan apa yg mestinya di lanjutkan .jasa jasanya tak kan pernah terlupakan
Pengikut
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
inilah wasiat assyakh alhabib saggaf bin mahdi bsa وصية الشيخ الكبير الحبيب سقاف ابن مهدي بن الشيخ ابي بكر بن سالم اوصيكم بتقوى الله وطاع...
-
Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman adalah sebuah pondok moderna yang beralamatkan di Jln Nurul Iman Desa Soleh Waru jaya RT 01/01 P...
-
Mungkin ini adalah Pendidikan yang paling puncak dari Beliau. Meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Memberikan amanat besar kepada kit...
-
diriku insan biasa tempatnya salah dan dosa ku bersujut bersimpuh memohon ampunan mu ya ....alloh ya ....robby ampunilah kami kami...
-
oleh Iib Wess pada 24 Oktober 2011 jam 22:11 Dalam jauh mata menerawang Gadis Pulau Garam menangisi betapa panjang benang kepedihan Namu...
-
letakkan lah dunia ditangan mu saja jangn simpa di dalam jiwa jngn lah terlena sang fata morgana dunia hanya semen tara dunia........d...
"Bila Aku jatuh cinta, aku mendengar nyanyian beribu dewa dewi cinta menggema dunia" begitulah kata Nidji dalam lagunya, cinta memang sulit dilukiskan dengan kata-kata, terkadang "Semua Terasa Mesra tapi Kosong", cinta menjadikan Kita lebih berarti dalam segala hal, tapi juga bisa menjadi pedang bermata terbalik, buta, serta egois, fewww...tapi itu lah cinta
Saat cinta datang ke rumah jiwa
Mengetuk pelan pintu hati
Membawa sekeranjang perhatian
Serta setangkai kasih sayang
Sambut dengan senyum malu
Silakan masuk, duduk di sofa kalbu
Suguhkan minuman ragu
Serta sepiring kue rindu
Setelah cinta singgah
Dunia serasa indah sekali
Mendung terlihat seelok pelangi
Dan tak sabar menunggu esok datang lagi….
Kita memang tidak jatuh kedalam cinta
Dan tidak juga keluar dari cinta
Tapi kita tumbuh dan besar dalam cinta
Cinta perbanyak waktu dan peristiwa
Orang selalu berbeda mengartikannya
Tak ada yang salah, tapi…..
Tak ada yang benar sempurna penafsirannya
Karena cinta selalu berkembang
Ia seperti udara yang mengisi ruang kosong
Cinta juga serperti air
Yang mengalir kedataran yang lebih rendah
Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama
Bahwa cinta akan membuat kita berbuat lebih sempurna
Cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik
Mengajarkan pada kita
Betapa besar kekuatan yang dimilikinya
Paling tidak cinta membuat dunia
Yang bising dan penat ini terasa indah
Cinta mengajarkan pada kita
Bagaimana harus berlaku jujur dan berkorban
Berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan
Cinta adalah kaki-kaki
Yang melangkah membangun samudera kebaikan
Cinta adalah tangan-tangan
Yang merajut hamparan permadani kasih sayang
Cinta adalah hati yang selalu berharap
Mewujudkan dunia serta kehidupan menjadi lebih baik
@-MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT-@ (sebuah perenungan) bagi para suami, lelaki, pria, cowok, baca ya...
- - - sebuah perenungan - - -
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak dandisinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata :
"Pak kami ingin sekali merawat ibu.., semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak........., bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu".
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya :
"sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.
" Anak2ku ..........., Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.., (sejenak kerongkongannya tersekat,..) kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit....??".
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2... disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita :
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..., Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..., dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"
(Subhanalloh.....................)
letakkan lah dunia ditangan mu saja
jangn simpa di dalam jiwa
jngn lah terlena sang fata morgana
dunia hanya semen tara
dunia........dunia......
pasti nanti akan binasa
waspada pada dunia
kehidupan dunia permainan saja
yg kekal di akhirat sana
hati hati kita hidup di dunia
ingat slalu firman firmannya
dunia hanyalah sementara saja
waspada dan jangan lupa
banyak tipe daya dari manusia
cintai dunia sampai lupa
akan kewajinbannya sebagai hamba
seakan dunia segalanya
pangkat juga tahta harta dan wanita
semuanya hanyalah perhiasan yg tak berharga
dunia menjerat kehidupan kita
terlena dengan indahnya
sadarlah manusia
sadarlah semau
gemerlap dunia tipu daya
carilah dunia yg wajar saja
jangan lah sampai kau memaksa
jngn lah menukar
akhirat saudara
dengan perhiasan dunia hina
karna dunia hanya mencelakakan kita
jngan lah cinta dunia
terasa gelap di hati
tampa dunia ini
seakan tiada berarti
kehidupan ku jalani
kan kuteruskan semua
perjuangan yg tersisa
walau rintangan yg ada
harusnyawa taruhannya
wahai kasih ku
doaku kan slalu bersamamu
alloh hurobby....
dimana kini kau sembunyikan yg ku cinta
diriku insan biasa
tempatnya salah dan dosa
ku bersujut bersimpuh
memohon ampunan mu
ya ....alloh ya ....robby
ampunilah kami
kamidatang menghadap mu
engkaulah yg kami tuju
dengan segala dosa
yg menyelimutiku
terima taubat ku
ampuni dosaku
mudahkan hidupku.....
noda hitam jalanku
warnai hidupku
karna turuti nafsu
cinta selain mu membuat diriku
terombang ambing tak tentu
terangi hidupku
berikan cahyamu
tuk melangkah di jalan mu
hanya hidayah mu
dapat menuntunku
tuk meraih cintamu
Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman adalah sebuah pondok moderna yang beralamatkan di Jln Nurul Iman Desa Soleh Waru jaya RT 01/01 PO Box 107 SWG 16500 Kec. Parung Kab. Bogor Jawa Barat Indonesia No Tlp (0251)7165512, Tlp & Fax. ( 0251) 542878
Sejarah
Pada awal terjadinya krisis moneter, banyak sekali kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Terjadinya kasus semanggi pada tanggal 12 Mei 1998 menyebabkan jatuh dan terpuruknya perekonomian bangsa Indonesia. Di saat itu As Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim yang masih bertempat tinggal di kawasan perumahan Bintaro Jaya merasa prihatin dan sedih dengan hal tersebut. Semakin banyaknya para remaja yang putus sekolah serta tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yang disebabkan krisis moneter serta terjadinya krisis moral dimana-mana, menjadikan beliau bersikeras mendirikan suatu lembaga pendidikan gratis demi meringankan beban bagi mereka yang tidak mampu, umumnya bangsa Indonesia. Sehingga dengan tekad dan kemauan beliau yang mulia tersebut, beliau rela meninggalkan keglamouran kota metropolitan dan mengambil keputusan untuk menetap di desa. Beliau akhirnya pindah ke Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Jawa Barat Desa yang penduduknya dibawah garis kemiskinan yang mayoritas penghasilan mereka hanya mengandalkan penjualan daun melinjo serta ikan air tawar.
Kemudian, mulailah Beliau membangun sebuah Pondok Pesantren. Dengan disaksikan para undangan dari Pejabat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor, para Pejabat Tinggi Negara Republik Indonesia dan juga Duta Besar Negara-Negara Arab, Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia, maka “Peletakkan Batu Pertama” Pendirian Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 1998 di atas lahan 17 (tujuh belas) hektar. Diawali dengan peresmian peletakkan batu pertama pendirian Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, maka dalam operasionalnya, Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa Waru Jaya dan Camat Kecamatan Parung Kabupaten Bogor tertanggal 10 Gedung sekolah santri putri Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul ImanMaret 1999, serta telah didaftarkan pada kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor sejak tanggal 12 Maret 1999 dengan nomor : MI-10/1/PP/007/825/1999, maka dicatatlah akte pendirian Pondok PesantrenAl-Ashriyyah Nurul Iman tanggal 25 Maret 1999 No. 7 dihadapan Notaris Lasmiati Sadikin, SH. Pada mulanya para santri menetap di asrama belakang rumah beliau, namun karena makin banyaknya santri yang berminat maka dibangunkan sebuah kobong (bangunan dari bambu) yang berukuran 4 X 5 meter di areal tanah yang awalnya sebuah hutan semak belukar dan rumput ilalang. Hari ke hari semakin banyak santri yang berminat hingga kobong tersebut tidak lagi mencukupi untuk di tempati. Mulailah beliau membangun gedung asrama di samping kobong tersebut, mulai dari dari pembangunan gedung H. Isya dengan luas 15x12 M2 pada tahun 2000. Asrama memberikan pandangan baru dalam pat tinggal para santri yang mayoritas hanya maklum adanya, dengan adanya bangunan baru tersebut untuk mereka, membuat penambahan kesemangatan dalam belajar mereka. Namun, perkembangan tak putus begitu saja, dari tahun ketahun prioritas perkembangan jumlah para santri begitu drastis yang pada akhirnya muncul asrama-asrama baru yang menjadi objek penampungan para santri seperti asrama Gandhi seva loka dengan luas 15x12 M2, lalu disusul dengan di bangunnya asrama jadid dengan luas 15x12 M2 masih pada tahun 2000. memang pada halnya, sebagai pengemban tugas para santri di tuntut untuk memproyektifitikan keseharian mereka antara pengembangan ilmu akhirat sebagai program utama pada bidang pendidikan pondok pesantren, dengan IPTEK sebagai pendamping projek mereka didunia, maka di bangun kembali satu tempat ibadah untuk para santri dengan luas 32.5x9.50 M2, didepan pintu gerbang pondok Mulai dari sinilah perkembangan demi perkembangan terlihat. Terbukti dari munculnya asrama-asrama baru di lingkungan perkomplekan pondok pesantren yang menjadi pemandangan baru di wilayah perkomplekan putra dan putri yaitu asrama Hanif (perkomplekan putra) dengan luas 12x6 M2, asrama H. Kosim (perkomplekan putra) dengan luas 12x6 M2, asrama Olga Fatma (perkomplekan putra) dengan luas 20x12 M2, asrama Anwariyyah (perkomplekan putra) dengan luas 56x12 M2,tiga local asrama (perkomplekan putri), asrama dengan tiga belas kamar (perkomplekan putri), gedung belajar tingkat dua (perkomplekan putri) dan dua tempat ibadah (Masjid) diarea perkomplekan putra dengan luas 36x36 M2 dan putri dengan luas30x30 M2. Dari waktu ke waktu mulailah tersebar nama Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman dengan seluruh pembiayaan pendidikan, pengobatan, makan dan minum serta sarana dan pra-sarana ditanggung oleh pihak yayasan (gratis), maka mulai dari sinilah berdatangan parasantri-santri yang berminat belajar di pondok pesantren tidak hanya dari daerah Desa Waru Jaya saja, melainkan hingga daerah-daerah jauh di dataran bumi Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari luar negeri. nama Al-Ashriyyah Nurul Iman dinukil dari bahasa Arab, Al-Ashriyyah bermakna modern, yang tujuannya “menjadi pusat pembinaan pendidikan agama dan pengetahuan umum secara terpadu dan modern. Nurul Iman berawal dari kosa kata bahasa Arab, Nuur yang bermakna cahaya, dan Al-Iman bermakna keimanan.
وصية الشيخ الكبير الحبيب سقاف ابن مهدي بن الشيخ ابي بكر بن سالم
اوصيكم بتقوى الله وطاعته وطاعة رسول الله على ما امر و ما نهى
نظفوا قلوبكم من امراضها ورذائلها
ولازمواالذكروالصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم
اقرؤا القران واحفظوا وتعلموا معانيه وتفسيره
وارحموا جميع المخلوقات
Wasiat Guru Besar As Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar
- Saya wasiatkan kepadamu agar bertaqwa kepada Allah SWT dan taat kepada-Nya dan kepada Rasulullah atas apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
- Bersihkan hati dari pada penyakit hati dan kotorannya.
- Senantiasalah berdzikir dan membaca shalawat atas Rasulullah SAW.
- Bacalah Al Qur’an dan hafalkan, pelajarilah arti-arti Al Qur’an dan tafsirnya.
- Tanamkan Kasih Sayang kepada semua makhluq.
Mungkin ini adalah Pendidikan yang paling puncak dari Beliau. Meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Memberikan amanat besar kepada kita untuk meneruskan perjuangannya. Padahal kami belum ingin berpisah dengan beliau. Padahal kami masih ingin selalu dibimbing Beliau. Padahal kami dan Puluhan Ribu santri lainnya masih membutuhkan petunjuk-petunjuk Beliau, Ilmu Beliau, Kasih sayang dan pendidikan dari beliau. Namun Gusti Allah lebih sayang Beliau.
Aku selalu berharap Abah terlahir kembali untuk mendidik adik-adikku yang masih di pesantren. Aku selalu berdo’a ada figur-figur Habib Saggaf yang bisa membimbingku dan teman-temanku. Dan Aku optimis Beliau Pergi namun Beliau masih Ada. Masih Ada. Masih Ada di sekeliling Kami. Masih ada dalam membiming Kami, Masih ada menuntun kami. Masih ada mengingatkan kami bila kami ga’ bener.
Dan tentunya cita-cita Beliau agar santrinya menjadi orang nomor satu di negeri ini belum terwujud. Itulah PR besar bagi kami. Itulah Amanat terbesar bagi kami. Presiden Indonesia 2020 Adakah Santri dari Ponpes Al-Ashriyyah Nurul Iman.
Abah…. Kami yakin Engkau Hamba yang Dicintai Allah. Dekat dengan Allah. Apapun yang Engkau minta, Allah takkan menolak. Walaupun Engkau sudah berada di sisi-Nya, barakatmu pasti mengalir di sekeliling Kami.
Kami akan terus berjuang. Kami akan terus berlari. Mengejar impian-impianmu yang belum terwujud.
Selamat Jalan Abah……….
Dalam jauh mata menerawang
Gadis Pulau Garam menangisi betapa panjang benang kepedihan
Namun tangan menggenggam erat tekat
Meski penat meminta pijat, cinta yang hanya satu dia temukan di dalam buana ilmu agama
Akhirnya harus mengakui bahwa Ismail berkorban demi ketaqwaan
Gadis Pulau Garam berkorban untuk Sang Rasa
...
Walau sorban beralih tangan
Kerudung hitam ditambal sulam
Doaku tak putus seperti tasbih
Cintaku tak pupus bagai sirih
Di tengah jembatan cintaku beradu pada sang bulan
semoga cintamu juga akan mengucap satu rasa
di dadaku, ingin ku paksa meneriakimu
namun hatiku bingung dan syahdu.....
Sekian lama cinta mengusik rasa
aku berharap dawai indah bsa ku petik
sekian lama kesetiaan dan cintaku bersabah
kelak cinta harusnya berakhir apik...
Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang
sesudi apakah aku padamu
aku tak akan berhenti mencintaimu
sampai ku tak mampu
sebagai manusia yang tau kaidah
akan ku tanamkan cinta yg sopan sehidup semati
kamu yg hidup,aku yg mati tak mengapa
akan ku latih hati ini
siap menerima apa saja....
TUHAN...ajari aku bersabar
membimbing rasa di hatiku...
Bila mataku tak bisa lagi menatap wajah cintaku ini
TUHAN...tolong beri aku waktu untuk merasakan cintanya.....
